Gedung DPR Sama Dengan Apartemen Mewah

Sepeti yang dilansir kompas(dot)com bahwa anggaran untuk pembuatan gedung dpr baru memakan APBN sebesar 1,61 TRILIUN, bahwa dana tersebut sama dengan sperempat dari dana yang dianggarkan untuk pembangunan monorel. Bahkan dalam gedung terebut terdapat restoran mewah, dengan 14 lift dan satu helipad.
Beikut berita selengkapnya sepeti yang dilansir komps(dot)com
Pengamat ekonomi A Tony Prasetiantono menilai, dana pembangunan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) cukup untuk memulai pembangunan proyek monorel yang bisa mengurangi kemacetan arus lalu lintas.
“Monorel memang tidak menyelesaikan masalah, tapi bisa mengurangi kemacetan,” katanya dalam paparan proyeksi ekonomi Bank Permata di Jakarta, Selasa (31/8/2010) malam.
Tony menjelaskan, anggaran pembangunan monorel yang sekitar 400 juta dollar AS itu terlalu kecil, seharusnya dialokasikan sebesar 600 juta dollar AS atau sekitar Rp 6 triliun. “Itu kan bisa diamortisasi hingga 4 tahun, jadi butuhnya sekitar Rp 1,5 triliun per tahun,” ujarnya.
Dana itu bisa saja dipenuhi dari dana pembangunan Gedung DPR yang pada tahun pertamanya saja membutuhkan Rp 1,16 triliun. “Wakil rakyat lebih senang membangun gedung sendiri dibandingkan monorel,” tuturnya.
Tony menambahkan, solusi pembangunan monorel untuk mengurangi kemacetan juga telah dilakukan oleh kota Bangkok, Thailand.Tony menilai seharusnya pemerintah tidak mengandalkan pihak swasta dalam membangun proyek infrastruktur penting. “Pembangunan subway membutuhkan Rp 26 triliun satu ruas, masih terjangkau kalau pemerintah mau membiayai. Kalau proyeknya selama tujuh tahun, membutuhkan dana sekitar Rp 4 trilliun setahun masih masuk akal,” tuturnya.
Selain itu, proyek lain yang dinilai pendanaannya harus segera diambil alih oleh pemerintah adalah perbaikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta. “Pembangunan bandara juga masih cari investor asing, padahal waktu pembangunan terminal 3 itu PT Angkasa Pura menyisihkan laba dan dari utang. Sekarang ini, seharusnya pemerintah pasang badan. Kalau satu gate membutuhkan dana Rp 1-2 triliun, itu masuk akal,” tambahnya.
Dan ini berita yang dilansir oleh detik(dot)com
DPR ingin gedung barunya dilengkapi fasilitas mewah. Restoran mewah berkelas internasional disiapkan untuk menjamu tamu DPR dari dalam dan luar negeri.
“Gedung baru nanti dilengkapi restoran yang sangat representatif untuk menerima tamu dewan dari dalam dan luar negeri,” ujar Wakil Ketua BURT DPR, Pius Lustrilanang, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
Pius menuturkan, restoran tersebut diharapkan dapat memuaskan para tamu dewan. Dengan demikian lobi DPR dirasa akan makin efektif.
“Kami ingin agar setiap pertemuan di DPR tidak perlu di luar DPR, sehingga ada tempat lobi yang nyaman. Kalau menerima tamu juga tidak perlu kemana-mana,” terang Pius.
14 Lift dan Helipad
Selain dilengkapi restoran, gedung baru DPR juga dilengkapi 14 lift dan helipad. Tujuannya untuk memudahkan untuk memudahkan akses anggota DPR menuju ruang kerjanya.
“Tidak ada macet di lift, nanti ada 14 lift,” papar Pius.
Gedung baru DPR, menurut Pius, akan menghabiskan anggaran Rp 1,6 triliun dengan rincian 1,16 triliun untuk bangunan dan Rp 500 juta untuk interior dan furnitur. Selain itu disiapkan helipad untuk kepentingan khusus.
“Ada helipad di lantai paling atas,” jelasnya.
Update Gambar Gedung DPR yang baru :





apik ya tjah,, mok saget nyawang tok
.Gak gelem nompo kritik geleme nompo duwik
hah, masih keinget plesetan pejabat = penjahat :angry:
beuh…. gile DPR RI megah nye, tapi pekerjaannya cuman tidur di kursi panas, suara rakyat masuk telinga kiri keluar telinga kanan… gaji buta badannya juga buta juga…. wkwkwk :anger:
@sunzet
he he itulah faktanya