Menyingkap Isu Kalimah Allah | Malaysia
Sedikit menyinggung kepada agama ini artikel saya kutip dari blog dalah seorang muslim di Malaysia. Semoga bisa menambah wawasan anda tentang agama Islam khususnya di negara lain dan agama lain pada umumnya. :nothing:
Tidak perlu diperjelaskan lagi apakah kiat yang menjadi perselisihan di antara beberapa masyarakat kita di Malaysia. Ada berbagai pendapat dikalangan media, para profesional, ahli agama, pandangan sendiri, juga pandangan dari media eksternal. Namun begitu, kita menemukan bahwa reaksi berbagai pihak menunjukkan apakah mereka mendukung 100% atau menentang 100% dimana reaksi berbagai pihak ini memberikan dampak yang mendalam karena timbul berbagai reaksi yang negatif / persepsi yang buruk karena tidak ada penjelasan yang komprehensif yang diberikan.
Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (Surah an-Nisa ayat 59)
Di sini kami telah mengumpulkan fakta-fakta serta penjelasan yang tidak bias ke satu pihak saja. Ini karena, sebagai seorang Muslim kita harus mengajak, menyeru, memanggil atau menganjurkan manusia ke arah kebenaran menggunakan ilmu, bukan bertindak berdasarkan emosi dan perasaan serta bukan juga berdasarkan penipuan (‘deceiving’ method). Artikel ini diolah hasil dari diskusi di IIS, ayat2 al-Quran, Injil dan juga hasil dari diskusi dengan sahabat beragama Kristen. Artikel ini bertujuan menjelaskan secara rinci tentang DUA kiat utama dalam hal ini. Kami berharap agar teman-teman (tidak mengira Muslim serta bukan Muslim) dapat membaca dengan teliti agar dapat memahami apakah perlu atau tidak kalimat Allah digunakan dalam bible dan sama-samalah kita berharap agar masalah ini dapat di atasi dengan aman. Insha Allah.
~..~..~..~..~~..~~..~~.~~.~..~..~..~..~~..~~.. ~.~..~..~..~..~~..~~..~~.
Keputusan Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur yang memungkinkan koran mingguan Gereja Katholik, Herald – The Catholic Weekly menggunakan kalimat Allah dalam penerbitannya memang memicu polemik. Hakim pengadilan tersebut, Datuk Lau Bee Lan membuat keputusan mengizinkan penggunaan kalimat Allah dalam terbitan koran tersebut atas alasan ia berdasarkan hak di dalam konstitusi. Hasil memihak kepada Herald itu memang kiat rumit karena menyentuh sensitivitas agama yang dapat membangkitkan emosi. Malah, ia turut mengundang kemarahan umat Islam negara ini yang menghendaki pemerintah dan Dewan Raja-Raja campur tangan. Kejadian kemudian bertambah buruk apabila terjadinya kejadian beberapa gereja dilempar bom. Banyak pihak yang mulai menunding jari satu sama lain walaupun penyelidikan masih dilakukan oleh pihak polisi. Media massa di luar negara telah mengambil kesempatan untuk memburuk-burukkan Islam dan negara kita. Saya terpanggil untuk memberikan beberapa komen tentang pendapat-pendapat berikut:
- Muslim yang bertanggung jawab karena emosi dan bertindak karena Islam Adalah haram untuk mana-mana Muslim untuk merusak rumah ibadah agama lain termasuk gereja. Ini bisa dilihat dalam hadis berikut: -
Ibn Qudamah kemudian mengulas:
???? ??????? ????? ????? ?? ?????? ???? ??? ?????? ???? ?? ???????, ????? ???? ??? ???? ??????? ?????? ?? ?????? ???? ???? ????. ?????? ???? ?? ?????, ????? ?? ???? ?????? ??????. ??? ??? ??? ?? ??? ?????? ??? ????? ??? ?????? ???? ??? ????? ??? ??? ???, ???? ??????? ?? ??? ??? ???, ????? ?????? ?? ??? ???????? ?? ??? ????
Artinya: Itu adalah karena meskipun para sahabat membuka banyak negara baru jalan perang, tidak sama sekali mereka merobohkan mana-mana gereja … dan Khalifah Umar Abd Aziz menulis ke petugas-petugasnya agar merusak GEREJA, biara-biara, RUMAH API ( TEMPAT IBADAH), karena karena telah Ijma ‘atas hal itu, dan tidak dapat disangkal ada di negara-negara umat Islam (Al-Mughni, Jld 10, hlm 609)
Allah S.W.T. turut menyebut dalam surah al-Hajj ayat 40: -
[22:40] Yang mereka itu diusir dari kampung halamannya dengan tanpa alasan yang benar, (mereka diusir) semata-mata karena mereka berkata: “Tuhan kami ialah Allah”. Dan jika Allah tidak mendorong setengah manusia menentang invasi sebagian yang lain, niscaya runtuh tempat-tempat pertapaan serta gereja-gereja (kaum Nasrani), dan tempat-tempat salat (kaum Yahudi), dan juga masjid-masjid (orang Islam) yang selalu disebut nama Allah banyak-banyak padanya dan sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamanya (agama Islam), sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa;
Imam Al-Qurtubi pula membawakan kata-kata ulama sebelumnya yang berkata: -
????? ??? ????? ????? ?? ??? ????? ??? ?????, ??????, ????? ???????
Artinya: Ayat ini berisi larangan meroboh dan merusak bangunan gereja kafir anggota zimmah, dan biara-biara mereka (Tafsir Al-Qurthubi, Jld 12, hlm 67)
Tindakan merusak bangunan ibadah agama lain adalah haram bagi seorang Muslim. Tindakan beberapa pihak yang Mudah menunding jari kepada Islam mencoba mengambil kesempatan yang ada untuk memburuk-burukkan agama Islam. Walaupun begitu, tidak dinafikan juga ada kemungkinan kejadian ini dilakukan oleh individu Muslim. Jika begitu, individu itu yang harus dipersalahkan dan dihukum, bukannya agama karena tindakan merusak gereja ini dikutuk sekeras-kerasnya.
- Orang Kristen sendiri yang bakar sebab ingin merusak nama Islam dan mencuri fokus Sebagai seorang Muslim, kita tidak patut Mudah melatah dan menunding jari balik kepada orang Kristen. Ini adalah karena tidak ada bukti yang kuat untuk mensabitkan kesalahan tersebut, baik kepada orang Islam maupun Kristen. Kita haruslah adil dan waras saat membuat sesuatu kenyataan. Tindakan kekerasan juga bukanlah ajaran agama Kristianiti. Jika orang Kristen yang melakukannya maka individu itu saja yang harus dipersalahkan dan didenda. Siapa saja yang mempersalahkan agama lain, tidak peduli Islam atau Kristianiti haruslah tampil memberikan bukti yang jelas dan bukan setakat berbicara kosong saja. Orang Kristen dan orang Islam keduanya tidak mendapat apa-apa manfaat dari kejadian ini.
- Pihak ketiga? Kita tidak patut membuat spekulasi namun tidak dapat disangkal adanya kemungkinan terdapat pihak ketiga yang mencoba untuk mengambil peluang atas situasi ‘kalimat Allah’ ini. Pihak ketiga ini, kemungkinan golongan provokatif dari luar negeri maupun subversif dari dalam negara. Media massa di luar negeri banyak membuat publikasi buruk tentang Malaysia dan hal ini merugikan seluruh rakyat Malaysia tidak mengira kaum, bangsa atau agama. Melihat ke ketiga kemungkinan ini, kita haruslah mengambil jalan neural dan adil dengan tidak menunding jari ke pihak sehingga otoritas berhasil mengidentifikasi penjahat tersebut. Untuk menjawab kiat ‘kalimat Allah’ ini, kita haruslah mencoba untuk melihat dari berbagai perspektif dan situasi. Dalam masalah ini terdapat dua persoalan utama yang perlu dijawab. Persoalannya adalah sebagai berikut: – Persoalan
Dapatkah non-muslim menggunakan kalimat Allah? Persoalan
Dapatkah ‘God’ dalam Bible diterjemahkan sebagai Allah dan bukan Tuhan?
Persoalan
Dapatkah non-muslim menggunakan kalimat Allah?
Kita dapat melihat berbagai pendapat oleh para ulama-ulama dan pemimpin dalam negara. Kita haruslah menghormati pendapat-pendapat mereka.
Bagi saya non-muslim diboleh menggunakan kalimat Allah berdasarkan berikut: -
Surah Al Ankabuut, ayat 61-63
[29:61] Dan sesungguhnya jika kamu (Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi, dan yang memudahkan matahari dan bulan (untuk faedah makhluk-makhluk-Nya)?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Maka bagaimana mereka tergamak dipalingkan (hawa nafsunya dari mengakui keesaan Allah dan mematuhi perintahNya)?
[29:62] Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan (rezeki itu) baginya, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
[29:63] Dan sesungguhnya jika kamu (Muhammad) bertanya kepada mereka (yang musyrik) itu: “Siapakah yang menurunkan air dari langit, lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Ucapkanlah (wahai Muhammad): “Alhamdulillah” (sebagai bersyukur disebabkan pengakuan mereka yang demikian), bahkan kebanyakan mereka tidak memahami (hakikat tauhid dan pengertian syirik).
Dalam Surah Al Ankabuut, ayat 61-63, ditemukan adalah diperbolehkan untuk menggunakan kalimat Allah apabila merujuk kepada Allah sendiri dan sesuai dengan sifat-sifat. Sebagai contoh jika ada yang mengatakan patung batu dalam Tokong itu adalah Allah maka adalah salah dan karena patung batu itu adalah ciptaan dan bukan Penciptanya. Surat al-Hajj, ayat 40
[22:40] Yang mereka itu diusir dari kampung halamannya dengan tanpa alasan yang benar, (mereka diusir) semata-mata karena mereka berkata: “Tuhan kami ialah Allah”. Dan jika Allah tidak mendorong setengah manusia menentang invasi sebagian yang lain, niscaya runtuh tempat-tempat pertapaan serta gereja-gereja (kaum Nasrani), dan tempat-tempat salat (kaum Yahudi), dan juga masjid-masjid (orang Islam) yang selalu disebut nama Allah banyak-banyak padanya dan sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong agamanya (agama Islam), sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa;
Dalam surat Al-Hajj, ayat 40 ditemukan nama Allah disebut dalam gereja-gereja. Kita juga dapat melihat petunjuk kalimat Allah oleh non-muslim dalam Perjanjian Hudaibiah antara Nabi Muhammad SAW dengan orang Quraish Mekah dalam hadits berikut: “Sesungguhnya Quraish membuat perjanjian damai dengan Nabi saw Antara wakil Quraish adalah Suhail bin ‘Amr. Sabda Nabi saw: barangkali aku bisa tulis Bismillahirrahmanirrahim. Kata Suhail: Adapun Bismillah (dengan nama Allah), maka kami tidak tahu apa itu Bismillahirrahmanirrahim. Maka tulislah apa yang kami tahu yaitu BismikalLahumma (dengan namaMu Ya Allah!) “. (Sahih Muslim) Dalam riwayat Bukhari pula, Nabi SAW menerima bantahan tersebut. Ternyata mereka menggunakan nama Allah.
Walaupun telah terbukti bahwa kalimat Allah dapat digunakan oleh orang non-Muslim untuk merujuk kepada Allah dan sesuai dengan sifat-sifatnya, kita juga harus ingat bahwa orang non-Muslim termasuk orang Kristen juga menggunakan kalimat Allah dalam konteks yang bertentangan dengan sifat-sifatnya seperti yang direkam dalam surah al-Taubah, ayat 30.
[9:30] Dan orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putraAllah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih adalah anak Allah”. Demikianlah perkataan mereka dengan mulut mereka sendiri, (yaitu) mereka menyamai perkataan orang-orang kafir dahulu; semoga Allah binasakan mereka. Bagaimana mereka bisa berpaling? Adalah menjadi kesalahan yang sangat besar jika orang non-Muslim ingin menggunakan kalimat Allah untuk merujuk kepada Allah yang mempunyai anak.
Rujuk surah Maryam, ayat 88-90
[19:88] Dan mereka berkata: “(Allah) Ar-Rahman, mempunyai anak.”
[19:89] Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu hal yang sangat mungkar,
[19:90] Hampir-hampir langit pecah karena (anggapan mereka) yang demikian, dan bumi pula nyaris-nyaris terbelah, serta gunung-gunung pun hampir-hampir runtuh ranap, – Betapa besarnya kesalahan menetapkan bagi Allah anak sehingga langit nyaris pecah, bumi nyaris terbelah dan gunung-gunung nyaris runtuh ranap.
Kesalahan ini begitu serius. Langit nak pecah, bumi nak terbelah, gunung nak runtuh, kita pula buat apa apabila orang Kristen atau Yahudi mengatakan bahwa Allah ada anak? Kita sebagai Muslim pula buat bodoh saja. Adapun kita sekedar mencela perbuatan mereka. Sepatutnya, kita orang Islam haruslah berdakwah kepada mereka. Berbagi tentang Islam dengan mereka. Orang Islam di Malaysia telah lupa kewajiban berdakwah. Dakwah berarti mengajak, menyeru, memanggil atau menganjurkan manusia ke jalan yang benar. Kegiatan dakwah tidak bermaksud untuk mengislamkan orang non-Muslim karena sesungguhnya tiada paksaan dalam memeluk Islam. Dakwah hanya sekedar menyampaikan informasi yang benar tentang agama Islam kepada setiap manusia. [6:125] Barang siapa yang Allah menghendaki untuk memberi hidayah kepadanya petunjuk, niscaya Ia melapangkan dadanya (membuka hatinya) untuk menerima Islam dan siapa yang Allah menghendaki untuk menyesatkannya, niscaya Dia menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit ( dengan susah payahnya). Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.
[2:272] Tidaklah engkau diwajibkan (Muhammad) menjadikan mereka (yang kafir) mendapat petunjuk (karena kewajipanmu hanya menyampaikan petunjuk), akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (dengan memberi taufik) kepada siapa yang dikehendakinya (menurut undang-undang peraturannya). Dan apa saja harta yang halal yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka (pahalanya) adalah untuk kamu sendiri dan kamu pula tidaklah menafkahkan sesuatu melainkan karena mencari keridhaan Allah dan apa saja yang kamu nafkahkan dari harta yang halal, akan disempurnakan ( pahalanya) kepada kamu, dan (balasan baik) kamu (itu pula) tidak dianiaya. Antara ayat yang mendorong agar berdakwah: – [3:104] Dan hendaklah ada di antara kamu satu puak yang menyeru (berdakwah) kepada kebajikan (mengembangkan Islam), dan menyuruh berbuat segala perkara yang baik, serta melarang dari segala yang salah (buruk dan keji). Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
[41:33] Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya dari orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah dan ia sendiri mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah)! ”
[22:67] Bagi tiap-tiap umat, Kami adakan satu syariat yang tertentu untuk mereka lakukan, maka janganlah ahli-ahli syariat yang lain membantahmu dalam urusan syariaatmu dan serulah (Muhammad) umat manusia kepada agama Tuhanmu, karena sesungguhnya kamu adalah berada di atas jalan yang lurus. Kesimpulan: Orang non-muslim dapat menggunakan kalimat Allah dengan syarat merujuk kepada Allah sesuai dengan sifat-sifat (Asma-ul-Husna).
Persoalan 2 Dapatkah ‘God’ dalam Bible diterjemahkan sebagai Allah dan bukan Tuhan dalam bible versi bahasa Melayu (al-Kitab)?
Bagi menyingkap permasalahan ini, kita mengambil beberapa kenyataan orang Kristen yang digunakan untuk mendukung agenda mereka agar diperbolehkan petunjuk kalimat Allah untuk bible versi bahasa Melayu (al-Kitab): -
1. Kalimat Allah bukannya eksklusif untuk orang Islam saja
2. Tidak ada kebebasan beragama di Malaysia
3. Kaum pribumi telah lama menggunakan kata Allah
1. Kalimat Allah bukannya eksklusif untuk orang Islam saja Pernyataan ini adalah benar karena kata Allah digunakan oleh ahli-ahli kitab Yahudi dan Nasrani di Tanah Arab. Adalah tidak salah jika di Tanah Arab yang menggunakan kata Allah karena itu merupakan bahasa ibu dan telah menjadi budaya setempat yang banyak orang Islam untuk merujuk Tuhan sebagai Allah, lagipun bible mereka dalam bahasa Arab. Walaupun keadaannya begitu di Tanah Arab, kita perlu melihat dalam konteks Malaysia. Di Malaysia, tuhan bagi orang Islam disebut sebagai Allah. Kata Allah tidak pernah digunakan oleh mana-mana agama lain untuk menyebut tuhan. Terjemahan kata ‘God’ ke dalam bahasa Melayu adalah ‘Tuhan’ dan bukannya Allah. Dalam Arab pula adalah ‘Ilah’. Kata ‘Allah’ merupakan nama khusus yaitu nama Tuhan. Ini bisa dibuktikan dengan lafal syahadat ‘… Laa ilaha illalah ….’ Yang berarti ‘… tidak ada tuhan selain Allah’. English – God B. Melayu – Tuhan B. Arab – Ilah Persoalan yang jelas di sini, mengapa orang Kristen ingin menggunakan kalimat ‘Allah’ dalam terjemahan bible Bahasa Malayo mereka? Apakah agenda sebenarnya mereka ini untuk menggunakan kalimat Allah? Bukankah terjemahan dilakukan ke bahasa Melayu, maka kata ganti yang paling sesuai untuk ‘God’ adalah ‘Tuhan’. Jika tidak pun gunalah kata ‘Ilah’ dalam Arab untuk merujuk ‘God’. Jika benar perkataan Allah adalah paling sesuai, mengapa mereka tidak menerjemahkan kata ‘God’ dalam bible-bible English kepada Allah? Agenda tersembunyi pihak ini agak jelas dan tidak perlu dipanjangkan. Mungkin setelah ini, mereka ingin merujuk salat mereka sebagai shalat dan gereja mereka sebagai baitumal?
2. Tidak ada kebebasan beragama di Malaysia Islam memperbolehkan orang non-Muslim termasuk Kristen untuk menjalankan ibadah masing-masing. Orang Kristen diperbolehkan untuk pergi ke gereja, mengajar dan mengerjakan ibadah mereka dengan aman. Dalam masalah ini, hak kebebasan beragama tidak ada kena-mengena karena orang Kristen tidak dikongkong untuk menjalankan ibadah mereka. Apakah benar ada kongkongan agama? Apakah orang Kristen tidak dapat menyebarkan ajaran mereka kepada pengikut-pengikut mereka yang hanya tahu berbahasa Melayu jika kalimat Allah tidak digunakan? Apakah mereka yang membaca bible Bahasa Malayo tidak tahu maksud kata ‘Tuhan’ untuk merujuk kepada ‘God’ dan hanya memahami kata ‘Allah’? Mengapa orang Christian tidak ingin menggunakan kata dari manuskip lama mereka yang merujuk kepada ‘God’ seperti Elohim, elah, Yahweh dan theos? Mengapa ingin menggunakan kata Allah dalam bahasa Arab? Seperti orang-orang Yahudi yang begitu menjaga nama tuhan mereka sehingga nama itu tidak bisa disebut dan ditulis sebagai tetragrammaton saja yaitu YHWH, orang Islam juga berhak menjaga kesucian nama Allah karena nama Allah ada dalam al-Quran.
3. Kaum pribumi telah lama menggunakan kata Allah Pihak Kristen mengatakan bahwa kalimat Allah telah turun-temurun digunakan oleh pribumi Sabah dan Sarawak untuk merujuk kepada Tuhan. Ini adalah satu penipuan yang ingin diketengahkan oleh pihak Kristen karena penduduk asli setempatnya dalam bahasa mereka masing-masing tidak merujuk ‘God’ atau Tuhan sebagai Allah. Kata Allah hanya digunakan oleh orang-orang Islam di Sabah dan Sarawak sejak baru-baru ini. Ini adalah karena orang Kristen Sabah dan Sarawak hanya menggunakan perkataan Allah apabila buku-buku Bible bahasa Indonesia memasuki Sabah dan Sarawak. Dalam bible bahasa Indonesia itu, kata ‘God’ diganti dengan Allah. Jika benarlah kaum pribumi bukan Muslim turun-temurun menggunakan kalimat Allah untuk merujuk kepada God, manakah buktinya? Seperti yang dijelaskan sebelum ini, kita haruslah menurut konteks Malaysia karena dampak penggunaan kalimat Allah akan mempengaruhi penduduk Malaysia. Penggunaan kata Allah dalam bible akan menimbulkan kekeliruan bukan saja kepada orang-orang Islam di Malaysia bahkan orang-orang Kristen sendiri juga akan terkeliru. Misalnya jika kita menukarkan ayat-ayat Bible dengan kalimat Allah sebagai berikut: ‘
Satu hari Yesus pergi ke pegunungan untuk bersembahyang, dan menghabiskan sepanjang malam salat kepada Allah.’ (Lukas 6:12)
‘One of those days Jesus went out to a mountainside to pray, and menghabiskan the night praying to Allah.’ (Luke 6:12)
‘… … Allah lebih besar dari saya (Yesus)’ Yohanes 14:28
‘… .. Allah is Greater than I (Yesus) ‘John 14:28
‘Allah yang disembah oleh Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita, telah memuliakan hamba-Nya, Yesus.’ (Kisah Rasul-Rasul 3:13)
‘Allah of Abraham, Isaac and Jacob, Allah of our Fathers, has glorified his servant Jesus.’ (Acts 3:13)
‘Yesus dari Nazareth adalah seorang manusia pria yang di tugaskan oleh Allah kepada kamu dengan mukjizat, keajaiban dan alamat yang dilakukan oleh Allah di antara kamu dalam dia, seperti kamu sendiri ketahui.’ (Kisah Rasul-Rasul 2:22)
‘Jesus of Nazareth was a man accredited oleh Allah to you by Miracles, wonders and Signs, which Allah did antara you through him, as you yourselves know.
“(Acts 2:22) Dengarlah wahai (bangsa) Israel: Allah Tuhan kita, Tuhan kita satu. ‘(Ulangan 6:4)
‘Hear, O Israel: ALLAH our God, ALLAH is one.’ (Deuteronomy 6:4)
28 Lalu datanglah seorang guru agama mendengarkan percakapan antara Yesus dengan orang-orang dari golongan Saduki itu. Guru agama itu melihat bahwa Yesus sudah menjawab orang-orang itu dengan baik. Maka ia bertanya kepada Yesus, “Perintah manakah yang paling penting dari semua perintah?”
29 “Yang paling utama,” jawab Yesus, “adalah: ‘Dengarlah wahai (bangsa) Israel, Allah Tuhan kita, Tuhan kita satu.’” ‘(Markus 12:28-29)
28 “One of the teachers of the law came and Heard them debating. Noticing that Jesus had given them a good answer, he asked him, “Of all the commandments, which is the most important?”
29 “The most important one,” answered Jesus, “is this: ‘Hear, O Israel, Allah our God, Allah is one.”‘ (Mark 12:28-29)
‘Engkaulah yang berkuasa dan melaksanakan jasa-jasa yang baik; hanya Engkaulah Allah.’ (Mazmur 86:10)
‘For you are great and do marvelous deeds; you alone are Allah.’ (Psalm 86:10)
‘Akulah yang pertama dan Akulah yang terakhir; tidak ada Allah selain Aku.’ (Yesaya 44:6)
‘I am the first and I am the last; Apart from me there is no Allah.’ (Isaiah 44:6)
‘Sesungguhnya Allah bersama kamu, dan tidak ada yang lain; tidak ada Allah yang lain.
‘ (Yesaya 45:14) ‘Surely Allah is with you, and there is no other; there is no other Allah.’ (Isaiah 45:14)
‘Ingatilah hal yang berlalu, yang dahulu kala; Akulah Allah, dan tidak ada yang lain; Akulah Allah, dan tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Ku.’ (Yesaya 46:9)
‘Remember the bekas things, those of long ago; I am Allah, and there is no other; I am Allah, and there is none like me.’ (Isaiah 46:9)
“Akulah Allah Tuhanmu, yang membawa kamu keluar dari Mesir, keluar dari bumi budak. Kamu tidak dapat memiliki Tuhan-Tuhan lainnya untuk Aku. “(Keluaran 20:2-3; Ulangan 5:6-7)
“I am Allah your God, who membawa you out of Egypt, out of the land of slavery. You Shall have no other Gods before me. “(Exodus 20:2-3; Deuteronomy 5:6-7)
‘Yesus berkata,”… dan beritahu mereka bahwa aku sedang kembali … ke Allahku dan Allahmu.”‘ (Yohanes 20:17)
‘Jesus said, “… and tell them,’ I am Kembali … to my Allah and your Allah.” ‘(John 20:17)
‘Pada detik yang kesembilan, Yesus berteriak dengan suara yang kuat, “Eli, Eli, lama sabakhthani?” Yang berarti, “Ya Allahku (ILLAHI), Ya Allahku (ILLAHI), kenapa Engkau meninggalkan Aku?”‘ (Matius 27:46 ; Markus 15:34)
‘Tentang ninth hour Jesus cried out in a loud voice, “Eloi, Eloi, lama sabachthani?” – Which means, “Ya Allah, ya Allah, why have you forsaken me?”‘ (Matthew 27:46; Mark 15: 34)
‘Yesus berkata kepada kaum Yahudi, “… Memang kamu sungguh-sungguh ingin membunuh aku, yang hanya seorang manusia pria yang telah menyampaikan kebenaran yang aku dengar kepada Allah …”‘(Yohanes 8:40)
‘Jesus said to the Jews, “… As it is, you are determined to kill me, a man who has told you the truth that I Heard from Allah …”‘(John 8:40)
‘”Tuhan,” kata Martha kepada Yesus, “jika Tuhan berada di sini ketika itu, sudah tentu saudaraku masih hidup. Walaupun demikian, aku tahu bahwa di saat ini pun Allah akan mengabulkan apa saja yang Tuhan minta.”‘(Yohanes 11:21-22)
‘”Lord,” Martha said to Jesus, “if you had been here, my brother would not have died. But I know that even now Allah akan give you whatever you ask.”‘(John 11:21-22)
‘Yesus berdoa kepada Allah untuk dirinya dan berkata, “… Maka ini lah hidup yang kekal; agar mereka mengenali Mu, Hanyalah Allah Tuhan yang benar, dan Yesus Kristus yang di utus oleh Mu.”‘ (Yohanes 17:3)
“Yesus prayed to Allah untuk himself and said,” … sekarang this is Eternal life; that they may know you, the only true God, and Jesus Christ, whom you have dikirim.”‘(John 17:3)
‘Karena hanya ada satu Allah dan satu perantara diantara Allah dengan manusia, yaitu manusia laki-laki bernama Yesus Kristus …’(1 Timotius 2:5)
‘For there is one God and one mediator between God and men, the man Christ Jesus …’(1 Timothy 2:5)
‘… Kita tahu bahwa berhala tidak ada gunanya di dunia dan sesungguhnya tidak ada Allah kecuali yang satu.’(1 Korintus 8:4)
‘… We know that an idol is nothing at all in the world and that there is no Allah but one.’ (1 Corinthians 8:4)
‘Wahyu Yesus Kristus, yang disampaikan oleh Allah kepadanya …’ (Wahyu 1:1)
‘The revelation of Jesus Christ, which Allah gave him …’ (Revelation 1:1)
‘Pada hari ketujuh, Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya, lalu Dia beristirahat.’ (Kejadian 2:2)
‘By the Seventh day Allah had finished the work he had been doing; so on the Seventh day he rested …’ (Genesis 2:2)
‘Pada petang itu, mereka mendengar TUHAN Allah berjalan di taman, lalu mereka bersembunyi di antara pohon-pohon supaya tidak dapat dilihat-Nya. Tetapi TUHAN Allah memanggil lelaki itu, “Dimanakah engkau?”‘(Kejadian 3:8-9)
‘Then the man and his wife Heard the sound of the LORD Allah as he was walking in the garden in the cool of the day, and they HID from the LORD Allah antara the Trees of the garden. But the LORD God called to the man, “Where are you?”‘(Genesis 3:8-9)
‘Makhluk itu berkata, “Namamu bukan Yakub lagi. Kamu telah bergomol dengan ALLAH serta manusia, dan engkau menang; karena itu sekarang namamu Israel.”‘(Kejadian 32:28)
‘Then the being said, “Your name will no longer be Jacob, but Israel, because you have wrestled with Allah and with men and have overcome.”‘ (Genesis 32:28)
‘Yesus menjawab, “Berimanlah kepada Allah.”‘ (Markus 11:22)
‘”Have Faith in Allah,” Jesus answered.’ (Mark 11:22)
APAKAH setiap ayat yang merujuk kepada Tuhan Bapa di dalam Kitab suci Kristen juga akan di ganti ke “ALLAH”? APAKAH istilah “ALLAH” hanya akan berlaku di dalam terjemahan Bahasa Malaysia saja? Mengapa hanya terbatas pada terjemahan Bahasa Malaysia saja? APAKAH Tuhan Bapa yang ada di dalam terjemahan Bahasa Malaysia tidak sama dengan Tuhan Bapa yang ada di dalam versi bahasa lain dan tidak bisa bernama “ALLAH” juga? Berapakah jumlah sebenarnya Tuhan Bapa di dalam agama Kristen? Kitab suci terjemahan bahasa yang manakah yang patut Kristen pakai jika hanya kitab terjemahan dalam Bahasa Malaysia saja yang merujuk Tuhan Bapa sebagai “ALLAH” sedangkan kitab terjemahan dalam bahasa-bahasa lain pula tidak berbuat demikian? Mengapa Tuhan Bapa saja yang mengubah namanya? APAKAH nanti Tuhan Ruhul Kudus dan Tuhan Yesus masing-masing akan turut mengganti nama-nama mereka juga? Bukankah selama ini penduduk seluruh dunia termasuk juga Kristen Barat semuanya umum ketahui bahwa hanya orang-orang Islam saja yang memanggil Tuhan mereka dengan nama “ALLAH”? Mengapa tiba-tiba agama Kristen hendak meniru dan memakai nama Tuhan orang-orang Islam? APAKAH Tuhan orang-orang Kristen kini sudah kehilangan pengaruh dan kehebatan atau mungkinkah orang-orang Kristen sendiri sudah hilang keyakinan kepada Tuhan mereka sehingga terpaksa meminjam nama Tuhan orang-orang Islam yang bernama “ALLAH”? Tidakkah orang-orang Kristen merasa aneh dan terkejut seolah-olah mereka dimurtadkan oleh gereja apabila mereka tiba-tiba diperintah beriman dengan Tuhan yang bernama “ALLAH” sedangkan mereka “ALLAH” itu adalah Tuhan orang-orang Islam? SAHKAH ibadah orang-orang Kristen apabila mereka tiba-tiba menyembah Tuhan yang bernama “ALLAH” yang namanya sama seperti nama Tuhan orang-orang Islam sedangkan kepercayaan orang-orang Islam tidak sama dengan kepercayaan orang-orang Kristen? TERANCAMKAH institiusi agama Kristen apabila pengunaan nama “ALLAH” oleh gereja akan lebih membantu usaha dakwah orang-orang Islam kepada orang-orang Kristen karena orang-orang Kristen kini sudah mengenal Tuhan sebagai “ALLAH”? Selamatkah pegangang agama orang-orang Kristen apabila pengunaan nama “ALLAH” oleh gereja sebenarnya memudahkan lagi sandi bagi orang-orang Islam menyebarkan ajaran Islam kepada penganut Kristen dengan memulai percakapan tentang ketuhanan “ALLAH” di dalam agama Islam? TERGONCANGKAH iman orang-orang Kristen apabila mereka menemukan bahwa “ALLAH” di dalam Islam bukanlah tiga dalam satu tetapi hanyalah satu saja dan sangat mudah di terima oleh akal karena Dia wujud dengan sendiri NYA lagi tidak beranak dan tidak diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan NYA? Akan TERSENTUHKAH hati orang-orang Kristen apabila di beritahu oleh kontak Islam bahwa “ALLAH” orang-orang Islam juga sayang kepada Yesus sehingga semua penganut agama Islam diperintahkan oleh NYA supaya beriman kepada Yesus seperti mereka sayang dan beriman kepada Nabi Muhammad mereka? Di sini saja kita dapat melihat berbagai reaksi, persoalan dan kekeliruan yang timbul. Bahkan ada juga orang-orang Kristen yang kebanyakan bermazhab Protestan tidak setuju dengan penggunaan kalimat Allah untuk digantikan dengan kata ‘God’. Meskipun tidak setuju, mereka mengambil keputusan untuk berdiam diri. Jika dilihat di arena internasional pula, seluruh badan-badan agama Kristen tidak setuju untuk mengganti kata God kepada Allah. Bagi saya, jika orang Kristen terus menggunakan nama Allah untuk merujuk kepada Tuhan yang Maha Esa, maka itu bukanlah hal buruk dan ini banyak membantu dalam kerja-kerja dakwah. Namun begitu, kita harus mengambil kira muslim-muslim di Malaysia yang rata-rata lemah dalam bab akidah. Grup ini mudah dipesongkan dari jalan Allah yang benar tetapi UUD Malaysia tidak mengijinkan agama lain menyebarkan ajaran mereka kepada orang Islam di Malaysia menyebabkan mereka selamat. Tapi persoalannya sampai bilakah kita ingin menggunakan Konstitusi Malaysia untuk melindungi akidah orang-orang Islam di Malaysia? Kini zaman sudah berubah, informasi cepat tersebar di internet dan tidak ada kontrol dalam penyebaran agama lain kepada orang-orang Islam di Malaysia. Bila lagikah kita mau mulai memperkasakan akidah kita?
Kesimpulan: Dalam konteks Malaysia, kata ‘God’ dari Bible tidak patut diterjemahkan sebagai ‘Allah’ dalam al-Kitab atau Bible Bahasa Malayo.



